Powered by Blogger.

Images Credit: tvN

Sinopsis Revolutionary Love Episode 1 - 1


Seorang ahjussi berusaha melarikan diri dari seorang wanita muda yang begitu gigih mengejarnya di tengah-tengah kerumunan pasar.

Tapi kemudian ahjussi itu menabrak sebuah gerobak kardus bekas yang didorong seorang nenek renta dan membuat nenek terjatuh karenanya. Wanita muda itu jadi terhalang karena dia lebih mencemaskan nenek dan membantu nenek bangkit.

"Hei, Manager Kim!" Teriak wanita itu kesal

"Lebih baik kita tidak usah bertemu lagi," kata si Manager Kim lega mengira dia sudah lepas dari wanita itu.


Tapi saat dia berbalik, dia malah menabrak sebuah gerobak buah dan membuat semua buahnya tumpah. Wanita itu cepat-cepat membantu nenek lalu bergegas menangkap Manager Kim.

Dengan cekatan dia menjegal kaki Manager Kim dan memelintir salah satu tangannya. Pun begitu, dia masih berbaik hati ganti memelintir tangan satunya saat Manager Kim mengeluh kesakitan dan minta dipelintir tangan yang satunya saja.

"Kau mau lari ke mana? Kau harus bayar." Tuntut wanita itu.

"Aku punya hutang apa padamu?" Sangkal Manager Kim

"Jangan pura-pura bodoh. Bayar atau kau akan masuk penjara."

Ternyata wanita itu menuntut gajinya yang belum dibayar, dia bahkan mengancam akan melakukannya secara legal dengan menunjukkan surat penunggakan bayaran.


Manager Kim akhirnya menyerah dan mereka pun pergi bersama ke ATM sambil saling menggerutui satu sama lain. Begitu uang keluar dari mesin, wanita itu langsung menyambarnya sambil mengomeli Manager Kim untuk tidak berbuat curang apalagi mencuri uang pegawai paruh waktu.

Dia memasukkan sebuah uangnya ke dalam amplop dan tak lupa memberikan kembalian pada Manager Kim, soalnya dia itu sangat teliti dalam masalah uang.


Setelah puas mendapatkan gajinya, alarmnya berbunyi dan dia langsung bergegas ke pekerjaan paruh waktu lainnya di sebuah coffee shop sambil memperkenalkan dirinya. Namanya adalah Baek Joon (Kang Sora) dan dia adalah pekerja paruh waktu.

"Pekerjaan paruh waktu juga sebuah karir. Mengerjakan 3 pekerjaan paruh waktu, bisa memberimu sama dengan gaji satu pekerjaan tetap. Kau bilang aku harus menemukan pekerjaan tetap selagi masih muda? Apa kau tahu kalau seseorang harus menghabiskan puluhan juta won untuk membuat resume yang bagus?"

Setelah dari coffee shop, dia lanjut jadi pekerja konstruksi. Saat jam istirahat makan bersama dua orang ahjussi dan seorang ahjussi, dia menolak minum alkohol banyak-banyak karena dia masih ada pekerjaan lainnya setelah ini.

Nyonya Ahn heran dengan banyaknya pekerjaannya Baek Joon, kenapa juga wanita berpendidikan tinggi sepertinya hidup seperti ini? Karena Baek Joon tidak mau buang-buang waktu apalagi uang untuk membangun resume yang bagus.

Tuan Kim setuju dengannya. Walaupun mereka bekerja keras untuk mendapatkan pekerjaan. Pada akhirnya mereka akan dipecat saat sudah berusia 40 tahun. Tuan Lee malah mengaku kalau dia dipecat umur 39 tahun.


Baek Joon bernarasi kalau kedua ahjussi itu dulunya memiliki karir yang bagus di perusahaan-perusahaan besar dan Nyonya Ahn dulunya seorang nyonya kaya sebelum bisnis suaminya bangkrut.

"Pekerjaan tetap di Hell Joseon sudah lama jadi sebuah fantasi. Aku mengenal seseorang yang dulunya memiliki restoran ayam sebelum kemudian berhenti. Dia lalu meninggal dunia karena pendarahan otak."

Bek Joon melamun memikirkan itu, tapi dia cepat-cepat menguasai diri dan tersenyum kembali sambil melanjutkan narasinya. "Karena itulah, aku lebih memilih cara cepat dan tahan lama untuk diriku sendiri."


Pekerjaan selanjutnya adalah jadi pelayan di sebuah hotel di mana saat itu tengah diadakan sebuah acara konferensi yang dihadiri oleh para konglomerat dan Joon diam-diam mencicipi campagne-nya sebelum dia sajikan ke para tamu.


Itu adalah konferensi Byun Kang Soo, seorang CEO Kangsoo Grup. Dia dan istrinya berkeliling menyapa para tamu sebelum acara dimulai.

 

Joon melihat seorang pria kenalannya, Kwon Jae Hoon (Gong Myung) yang tengah sibuk menyapa para tamu seorang diri di pintu.

Dia langsung menghampiri Jae Hoon dan menawarinya minum sambil menggerutui bosnya Jae Hoon yang terlalu keras sampai tidak membiarkan bawahannya bersenang-senang dalam acara seperti ini.

"Kapan kau mendapat pekerjaan di hotel?"

"Ini pekerjaan paruh waktu."

"Sampai kapan kau akan terus kerja paruh waktu?"


Joon tidak terima, apa salahnya dengan kerja paruh waktu? Jae Hoon yang cuma bisa berdiri di sini bahkan tidak bisa minum air, sementara dia bisa kerja sambil makan. Makanannya enak-enak loh.

Saat Jae Hoon balas mengkritiknya, Joon langsung menyinggung anak bosnya Jae Hoon. Di mana dia? Dia mau lihat seperti apa si konglomerat generasi ketiga itu.

"Urusi saja dirimu sendiri dan lakukan pekerjaanmu," kesal Jae Hoon

"Nggak mau."


Tepat setelah Joon pergi, Jae Hoon mendapat telepon dari anak kedua CEO Byun - Byun Hyuk (Chi Siwon) yang kedengarannya lagi mabuk dan langsung mewek lebay di pesawat. "My friend! Tomodachi! Chae Ri nggak dateng! Kami seharusnya ketemuan di Bali. Tapi dia mengabaikan sebuah sms dan teleponku!"


Jelas saja dia jadi tontonan para penumpang lainnya yang langsung merekamnya. Ha Yeon Hee, seorang pramugari, keluar saat itu dan langsung keheranan melihat keributan ini.

Gara-gara menganggu penumpang lainnya, Yeon Hee berusaha menegurnya dengan sopan. Tapi Hyuk terus saja mewek pengen ketemu Chae Ri. Berusaha menahan kesal, Yeon Hee merebut teleponnya untuk menjelaskan situasi ini pada Jae Hoon lalu menutup teleponnya.


Dia lalu memaksa Hyuk duduk di tempat yang benar, tapi Hyuk malah tambah mewek dan mengenggam tangan Yeon Hee erat-erat dan meminta tambah minum dengan gaya sok imut. Saat Yeon Hee menolak, Hyuk langsung mengkritik pelayan buruk pesawat ini lalu beranjak bangkit mau keluar dari sini.


Tepat saat itu juga, pesawat melewati awan petir yang langsung membuat pesawat itu berguncang. Hyuk langsung oleh hingga tangannya mendarat tepat di dadanya Yeon Hee. Shock, kedua sontak jejeritan heboh.

Yeon Hee langsung mendorongnya. Tapi gara-gara guncangan pesawat, Hyuk jadi oleng kembali ke arahnya dan mendekapnya.


Seorang pilot sampai harus datang dan mengatasi situasi ini dengan menembak Hyuk dengan pistol taser. Hyuk pun KO.


Di pesta, anak pertama CEO Byun - Byun Woo Sung, datang menyapa para tamu dan ayahnya. Dia tampak sangat berbeda dari Hyuk. Saat ditanya kenapa adiknya belum datang, Woo Sung dengan sopan berbohong kalau adiknya sedang sakit.

Salah seorang nyonya menduga kalau Hyuk pasti bikin ulah lagi. Woo Sung cepat-cepat menyangkalnya, tapi kemudian dia membisiki sesuatu ke CEO Byun yang langsung membuat presdir Byun terbatuk-batuk menahan kesal.


Jae Hoon langsung panik bergegas ke bandara dan mendapati Hyuk diikat bak kriminal dengan dijaga dua orang tentara sangar. Dia mengklaim kalau dia sangat takut terbang, apalagi kalau sampai mengalami turbulensi. 

Waktu turbulensi itu terjadi, dia sedang berdiri. Jadi dia langsung memegang apapun untuk menyelamatkannya.


"Karena itu kau memegang dada pramugari?" Geram Jae Hoon

"Betul! Aku ngeri banget dan mengira kalau kami akan jatuh. Apa kau mengerti? Dalam hidupku, itu takkan terjadi lagi."

Sementara CEO Byun memulai pidatonya tentang bisnisnya dengan sangat karismatik, Jae Hoon tengah berusaha menyelesaikan masalahnya Hyuk ini dengan menawarkan kesepakatan damai pada Pak Pilot dan Yeon Hee dan menyodorkan dua buah kotak err... minuman? untuk mereka berdua.

Saat dia kembali, dia malah mendapati Hyuk tidur nyenyak bahkan sampai ngorok. Kesal, dia langsung menendang kursi untuk membangunkan Hyuk.


Mereka lalu terburu-buru kembali ke hotel untuk menemui CEO Byun. Tapi CEO Byun langsung murka begitu melihat Hyuk dan langsung melemparinya dengan berbagai benda yang ada.

Tak puas memakai tongkat golf, CEO Byun ganti pakai tongkat baseball. Nyonya Byun berusaha menyuruh Hyuk untuk minta maaf saja, tapi Hyuk tidak mau dan terus saja berusaha membela diri.


Kesal, CEO Byun malah melampiaskan kekesalannya dengan menyalahkan Jae Hoon yang tidak becus mengurus Hyuk dan langsung menghantam bokongnya tanpa ampun.

Panik, Hyuk pun langsung berlutut. "Maafkan aku, ayah. Ini semua kesalahanku. Kalau kau mau memukul orang, pukul saja aku."

Kesal, CEO Byun mengancam Hyuk untuk tidak muncul di hadapannya untuk sementara waktu lalu pergi.


Hyuk masih berlutut setelah semua orang pergi, dia tidak mengerti kenapa ayahnya tidak pernah mau repot-repot untuk mendengarkannya padahal dia juga punya alasannya sendiri.

"Dia marah-marah semaunya sendiri. Kurasa aku hanya harus patuh, inilah hidupku."

"Sebelum mengeluh, seharusnya kau tahu kalau kau masih bisa menikmati kemewahan itu." Kesal Jae Hoon

"Begitu kah?" Dengus Hyuk miris.


Setelah pesta usai, semua pegawai langsung pulang tapi Baek Joon masih sibuk mencuci piring dan dia tidak mengeluh walaupun sebenarnya dia sudah capek.

Jae Hoon berjalan pelan-pelan ke parkiran sambil menahan sakit di bokongnya. Di tengah jalan, dia melihat Baek Joon yang ketiduran menunggu bis di halte.

Perlahan dia memudurkan mobilnya, berniat memberi tumpangan untuk Joon. Tapi tepat saat itu juga, bis datang dan Joon langsung naik tanpa melihat Jae Hoon.


Dia bahkan terus mengawasi Joon saat Joon berjalan pulang dan naik ke apartemennya di atap, dan baru setelah itu dia masuk ke apartemennya sendiri yang berada di lantai bawah apartemennya Joon.


Keesokan harinya saat dia baru tiba di kantor, dia malah melihat Joon sedang mempromosikan produk minuman ke para pegawai. Joon langsung dadah-dadah antusias saat melihatnya, tapi Jae Hoon langsung menghindarinya.

Joon langsung saja mendekatinya dan memberikan satu botol untuknya sambil membisiki Je Hoon untuk membantunya meningkatkan penjualan minumannya ini.


Kesal, karena mereka jadi tontonan para pegawai lainnya, Jae Hoon langsung mengajak Joon menjauh ke tempat sepi dan memberinya formulir pendaftaran pegawai baru. Dia bahkan menawarkan bantuan agar Joon bisa diinterview, bukankah ini Joon membagi-bagikan minuman itu?

"Jangan pergi ke berbagai departemen dan menunjukkan mukamu. Membuat orang lain mengetahui mukamu tidak akan membantu. Itu hanya akan membuat poinmu berkurang saat interview."

"Kenapa? Apa karena membagi-bagikan smoothie itu pekerjaan rendahan?"

"Hei. Nilai manusia itu ditentukan dari pekerjaan mereka."

"Kau pasti berpikir kalau pekerjaan yang kau lakukan itu sangat hebat. Tapi aku tidak mau membuat uang dengan cara membereskan  masalah yang dibuat orang kaya."


"Jangan sombong. Pekerjaan yang kau lakukan ini juga menghasilkan uang untuk CEO perusahaan ini."

"Tidak. Setidaknya aku bukan tukang membereskan masalah anak CEO perusahaan ini. Belakangan ini lumayan sepi, rasanya menyenangkan melihat wajahmu di koran." Balas Joon kesal.

Dia mengembalikan formulir itu dan menegaskan kalau dia tidak tertarik untuk jadi pekerja tetap, terutama untuk perusahaan ini.

Sindiran Joon tadi benar-benar menohok hati Jae Hoon yang memang selama ini wajahnya sering muncul di berbagai media gara-gara harus membantu Hyuk yang suka bikin ulah Wajahnya Hyuk biasanya diblur, tapi wajahnya Jae Hoo tidak.


Jae Hoon lalu pergi menemui seorang yang mengomentari bagaimana kasus-kasusnya Hyuk selalu terkubur, tapi wajahnya Jae Hoon selalu muncul di media setiap kali Hyuk bikin perkara. Tapi kasus pesawat kali ini kasus besar.

Jae Hoon mengerti maksudnya dan langsung menyodorkan kotak minuman yang ternyata berisi uang. Karena masalah ini sudah selesai, Jae Hoon pun pamit sambil memanggil si jaksa dengan sebutan 'sunbaenim'.

"Kukira kau akan bekerja padaku. Bukankah kau sudah bersiap untuk mengikuti ujian jaksa? Aku terkejut saat mendengarmu bekerja di Kangsoo Group. Kau murid top di kelas, kenapa kau malah hidup seperti ini?"
 

Jae Hoon langsung mencengkeram erat tasnya sebelum kemudian duduk kambli dan balas menyindir halus si jaksa yang sebenarnya sama saja dengannya, buktinya dia mau saja dikasih uang bonus (suap).

Ah, dan kalau sunbae butuh sesuatu, hubungi saja dia. Dia bisa mencarikan lowongan di departemen legal di perusahaannya dan menawarkan gaji sesuai keinginan sunbae.


Setelah itu, Jae Hoon pergi menemui Woo Sung untuk melaporkan masalah ini dan menyerahkan USB berisi data asli kasus ini. Woo Sung berterima kasih padanya, tapi di mana adiknya sekarang?


Jawabannya: lagi renang sambil pamer body seksi. Dia masih tidak terima akan perpisahannya dengan Chae Ri. Tapi dia tetap berpikir positif, pasti terjadi sesuatu dengan Chae Ri hingga belum bisa menghubunginya sampai sekarang.


Berusaha menenangkan dirinya, Hyun pun menenggelamkan dirinya... tepat saat dia mendengar suara wanita yang cemburu gara-gara cowoknya jelalatan melihat cewek lain. Hyuk langsung melek, itu suaranya Chae Ri.

Hyuk sontak bergegas kembali ke loker mau ganti baju, tapi kunci lokernya hilang. Terpaksalah dia harus nyolong setelan baju petugas hotel.


Dia bergegas mengejar pasangan itu. Dia cuma melihat punggung mereka, tapi dia yakin mereka Chae Ri dan Sung Kyu. Pasangan itu masuk ke lift, Hyuk berusaha mengejar tapi telat. Dia melihat mereka naik ke lantai 30. Terpaksalah dia musti bersusah payah naik pakai tangga.


Di kamar hotel mereka, Chae Ri heboh gara-gara anting-antingnya hilang satu. Joon yang sempat membersihkan kamarnya Chae Ri pun langsung kena omel dan dituduh mencuri anting-antingnya. Tapi Joon dengan sopan menyangkal tuduhannya.

Hyuk tiba di lantai itu tepat saat seorang pegawai hotel bergegas ke suatu arah. Hyuk pun langsung pergi mengejarnya dan melihat pegawai itu sedang dimarahi tamu hotel. Dan saat dia mendekat, dia melihat tamu hotel itu memang Chae Ri sedang bersama selingkuhannya.


Kecewa, Hyuk teringat kembali bagaimana dulu Chae Ri selalu memanggil-manggilnya 'oppa' dengan nada suara sok imut untuk minta dibelikan berbagai tas mewah dan Hyuk dengan lugunya menuruti semua kemauannya.

Mereka bahkan merayakan hari jadian mereka yang ke 30 hari dengan pesta mewah bak ngerayain ultah pernikahan. Chae Ri juga yang menyuruh Hyuk untuk pergi duluan ke Bali, nanti dia nyusul tapi tak pernah datang.


Chae Ri terus marah-marah menuduh Chae Ri lah pelakunya. Joon mengepalkan tanganya erat-erat, berusaha menahan kesal sambil terus berusaha membela dirinya dan menuntut Chae Ri untuk memperlihatkan bukti atas tuduhannya itu.

"Kurasa sangat mencurigakan seseorang yang masih muda melakukan pekerjaan seperti ini. Apa kau melakukan pekerjaan ini biar bisa mencuri dari para tamu?"

Joon jelas tidak terima dan langsung nyolot tanpa peduli sopan santun lagi. Tidak terima dengan ketidaksopanan Joon, Chae Ri sontak menjambak rambutnya.


Jadilah kedua wanita itu jambak-jambakan dengan sengitnya. Si pegawai hotel panik berusaha memisahkan mereka dan menyuruh Joon untuk minta maaf. Joon tidak terima, Chae Ri duluan yang menjambak kenapa dia yang harus minta maaf.


"Karena dia tamu kita!" Tegur seorang Manager yang baru datang.

Si Manager langsung menundukkan kepalanya untuk meminta maaf pada Chae Ri dan berjanji akan mencarikan barangnya yang hilang itu. Jika tidak bisa ditemukan, dia berjanji bahwa mereka akan memberikan kompensasi.

Tapi Chae Ri masih kesal dan menuntut permintaan maaf dari Joon. Si Manager pun langsung memerintahkan Joon untuk segera minta maaf. Joon kesal, tapi terpaksa akhirnya dia menelan harga dirinya dan menundukkan kepala.


Tapi kemudian, dia nekat membongkar tumpukan sampah tepat di hadapan Chae Ri dan mengacak-acaknya untuk mencari cincin itu. Si Manager semakin kesal mengomeli Joon dan menuntutnya untuk meminta maaf.

"Kenapa aku harus meminta maaf saat aku tidak salah?"

"Karena tamu adalah... raja!"

 

Saat itulah selingkuhanya Chae Ri melihat Hyuk sedang menonton di luar pintu. Dia langsung panik berusaha menyembunyikan wajahnya dari Hyuk dan pelan-pelan berjalan pergi dari sana... dan menginjak antingnya Chae Ri yang ternyata jatuh di karpet dan langsung menancap ke telapak kakinya.

Pria itu langsung menjerit kesakitan lalu menyentil anting itu sampai anting itu melayang dan mendapat tepat di tumpukan sampah. Chae Ri mau mengambilnya tapi Joon lebih cekatan menginjak anting itu.

"Raja, pant*tku. Orang yang salah yang harus minta maaf. Hei, gadis tidak sopan. Cepat minta maaf padaku. Aku akan menyingkirkan kakiku kalau kau meminta maaf."

Hyuk tampak benar-benar terpesona melihat keberanian Joon. Chae Ri terus saja mewek tanpa mau meminta maaf hingga si Manager terpaksa berlutut dan meminta maaf. Frustasi, Joon akhirnya melepaskan masalah ini lalu pergi, tapi terlebih dahulu dia menendang anting itu.


Setelah semua orang pergi, saat itulah Chae Ri baru melihat Hyuk dan langsung mewek memanggilnya. Hyuk cuma memberinya senyum kecil lalu pergi.

Aku kehilangan cinta dan merasa getir
Selamat tinggal, malam-malam singkat itu
Selamat tinggal, mereka bukan lagi milikku... hasrat ini.


Bersambung ke part 2

5 comments

siwon konyol.. gong myung oppa cool bgt.. sukaaaak ama mereka.. seprtinya drama ini asik buat diikutin.. maturkamsha mbaknya :*

Memory lostnya kapan di lanjut mba ima? Dilanjut dong, ๐Ÿ˜Š

Siwon emg cucok terlht gtu,,, senyum2 nakal๐Ÿ˜‚

Thanks min dah bikin sinopsis ini. Tau aja aku seneng sma siwon . Heheh
Lanjut min emang mba ima paling best deh

thanks min, ijin bookmark dalam blog aku revolutionary love.

sukur-sukur mau kunjungi balek...haha

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon