Powered by Blogger.

Images Credit: JTBC

Sinopsis Man to Man Episode 5 - 1


Misi mendadak berubah, Seol Woo pun terpaksa harus menggunakan taktik paling jitu bagi seorang agen yaitu cinta. Target kali ini adalah Do Ha, Seol Woo pun mendekat dan langsung menciumnya. Kaget, Do Ha langsung mendorongnya.
Sambil berakting dengan mata berkaca-kaca dan mendadak romantis, Seol Woo meminta maaf dan bilang kalau dia tidak bisa meninggalkan Do Ha. Dia beralasan kalau ingin mengakhiri segalanya diantara mereka dan melupakannya dengan bersikap kejam, tapi... dia tidak bisa meninggalkan Do Ha.

"Aku... tidak punya pilihan."

Do Ha menatapnya sesaat lalu PLAK! Menampar wajahnya. LOL. "Apa kau sedang mempermainkanku?!"


"Kuharap juga begitu!" Bentak Seol Woo refleks, tapi buru-buru menarik nafas untuk menahan diri dan bergumam kalau dia tidak biasanya seperti ini tapi dia terus saja membuat kesalahan... Kesalahan karena berusaha meninggalkan Do Ha demi kebaikan Do Ha.

Dia tidak akan pergi, lupakan saja pengunduran diri. Sampai jumpa besok, dadah. Dia pun pergi sambil meringis kesal. Do Ha sampai tercengang dibuatnya, apa dia mengatakan apapun yang diinginkannya dan pergi begitu saja? Dia melakukan apapun yang diinginkannya!
 

Malam harinya, Dong Hyun menghindari kontak mata dengan Seol Woo yang jelas kesal padanya. Dia akan memberi Dong Hyun kesempatan untuk menjelaskan. Tapi dia memperingatkan kalau alasannya tidak meyakinkan maka sebaiknya dia siap-siap aja.

Dong Hyun menjelaskan misinya, dia harus mencari cincin lelang gelap demi mendapatkan ukiran kayu kedua. Loh, katanya Glodfinger yang memiliki cincin itu? Masalah adalah Goldfinger itu adalah Ayahnya Do Ha yang sedang dipenjara.

Kalau begitu mereka perlu mendapatkan ayahnya doang kan, terus kenapa mereka musti membutuhkan Do Ha? Dong Hyun pun memutar rekaman saat Do Ha berkunjung ke penjara dan Ayahnya bertanya tentang hadiah yang pernah ia berikan pada Do Ha dan Do Ha bilang kalau dia sudah membuangnya.


Tapi Seol Woo bisa langsung tahu kalau Do Ha berbohong dilihat dari caranya buang muka saat mengatakan itu. Jadi sekarang target mereka adalah Do Ha, merayu wanita cantik kan keahliannya Seol Woo. Tapi Seol Woo langsung mendesah tak yakin, entah kenapa dia punya firasat tak enak tentang misi kali ini.

"Mungkin karena dia tidak cantik?" Duganya.


Di rumahnya, Do Ha menggerutui Seol Woo dan segala keanehan sikapnya. Song Yi berkomentar kalau dia itu psiko. Tapi Seol Woo cuma bersikap psiko padanya saja, biasanya dia sangat sopan dan normal.

"Tapi dia agresif dan tidak senonoh padamu."

"Dia juga berbahaya... dan manis."

"Manis? Kau pasti menyukai ciumannya."

Do Ha menyangkal, dia tidak menyukainya, dia benar-benar tidak tahan, rasanya tidak nyaman dan tersinggung. Menurut Song Yi, Do Ha tidak perlu semarah itu, biarkan saja Seol Woo menyukainya. Bagaimana bisa, jika Seol Woo balik kerja besok maka mereka harus saling bertemu.

Kalau begitu pecat saja dia, toh dia sudah mengundurkan diri. Do Ha beralasan kalau dia ingin melakukannya, tapi Un Gwang sangat membutuhkan Seol Woo. Tapi saat Song Yi menuduhnya cuma cari-cari alasan, Do Ha menyangkal keras dan ngotot kalau dia tidak menyukai Seol Woo, dia membencinya.


Do Ha terbangun pagi harinya oleh bunyi telepon. Dia mengangkatnya sambil masih merem, sama sekali tidak sadar kalau itu suaranya Seol Woo yang bilang kalau dia sedang dalam perjalanan untuk membangunkan Un Gwang.

Saat akhirnya dia membuka mata dan melihat nama si penelepon, dia sontak kaget sampai terjatuh dari sofanya. Seol Woo dengan romantisnya memberitahu kalau cuacanya dingin dan menyuruhnya untuk memakai baju yang hangat hari ini.

"Apa yang kau lakukan sepagi ini?"

"Morning call."

"Kenapa kau memberiku morning call?"

"Karena aku ingin. Sampai jumpa di lokasi syuting."


Un Gwang seperti biasnaya, susah dibangunin dan menolak melakukan syuting. Tapi kemudian, Seol Woo datang dan langsung nyerocos kalau Un Gwang harus bangun jam 7 tepat. Un Gwang sontak bangkit dari tidurnya, Kim Guard?

"Iya, saya." Jwab Seol Woo.

Un Gwang langsung semangat, dia beneran balik kerja? Seol Woo membenarkan, dia tidak bisa menolak Do Ha. Lalu bagaimana dengan penyakitnya, apa Do Ha yang menyembuhkannya juga? Seol Woo tidak menjawab yang itu dan beralih topik meminta revisi kontrak.

Perlindungan sepanjang hari sudah dibatalkan. Un Gwang setuju-setuju saja, dia sungguh lega karena Seol Woo tidak jadi pergi. Dia bahkan langsung semangat bersiap kerja.


Saat Do Ha tiba di studio, Seol Woo langsung dadah-dadah sambil senyum manis. Un Gwang penasaran bagaimana caranya Do Ha membuat Seol Woo balik. Do Ha menjawab kalau mereka hanya sepakat untuk melupakan masalah pengunduran diri.

Bagus. Tapi Do Ha tidak mengkasari Seol Woo, kan? Do Ha langsung emosi, dia tidak melakukan apapun kok, Kim Guard sendiri yang berbuat sesukanya. Un Gwang heran, memangnya Kim Guard melakukan sesuatu? Do Ha langsung terdiam kikuk... Tidak, tidak terjadi apapun, tidak sama sekali.

Tapi Un Gwang sudah terlanjur curiga dan terus menatap curiga ke Do Ha. Mereka tak sempat membicarakannya lebih jauh karena saat itu juga, Un Gwang dipanggil untuk syuting.

 

Begitu Un Gwang pergi, Seol Woo langsung mendekat sambil mengomelinya. Dia kan sudah bilang untuk pakai pakaian hangat. Do Ha buru-buru menyetopnya sebelum dia bergerak lebih dekat lagi, berhenti di situ. Seol Woo dilarang mendekatinya lebih dari jarak 1 meter darinya, tidak boleh ada kontak fisik, karena mata Seol Woo itu cabul dan tangannya nakal.

"Benarkah?" Goda Seol Woo sambil terus mendekat.

"Terutama... berhati-hatilah dengan bibir itu dan jaga jarak 1 meter."


Bahkan di lokasi syuting, Seol Woo terpaksa duduk agak jauh darinya. Dia beneran tidak boleh mendekat lebih dari 1 meter? Bagaimana kalau dia mendekat? Maka riwayat Seo Woo akan tamat.

Syuting dimulai dan Un Gwang berlari melewati mereka dari sekawanan gangster. Sutradara kurang puas dengan hasilnya dan ingin diulang, latar belakangnya salah. Ia lalu menyuruh Do Ha untuk berjalan ke arah kamera bersama Seol Woo.

Do Ha mau melakukannya dengan senang hati, tapi Seol Woo sengaja tak mau dekat-dekat dengannya, dia tidak mau mati.


Frustasi, Do Ha menyuruhnya mendekat, dia tidak perlu jaga jarak saat sedang bekerja. Oke, Seol Woo pun mendekat sambil melepaskan jaketnya lalu dengan romantisnya menyampirkannya di bahu Do Ha.

"Aku dari tadi ingin melakukan ini padamu karena kau sepertinya kedinginan."

Do Ha langsung gugup seketika. Melihat mereka tampak mesra, Sutradara setuju kalau mereka berakting jadi pasangan. Seol Woo pun langsung menuntun Do Ha yang masih tercengang sementara Un Gwang memperhatikan mereka.


Ayahnya Do Ha dibawah menemui Dong Hyun dan langsung to the point bertanya, Ayah mengenal Robert Yoon, kan? Di dealer seni itu. Ayah pura-pura tak ingat. Dong Hyun memperlihatkan gambar cincinnya, ini milik Robert Yoon, apa Ayah pernah melihatnya?

Sesaat Ayah tampak terkejut, tapi dia cepat-cepat mengklaim kalau dia belum pernah melihat cincin itu, dia tidak pernah mencurinya. Siapa yang bilang Ayah mencurinya.

Jelas Dong Hyun tak mempercayainya, tapi dia tetap tersenyum ramah dan bilang kalau dia ingin memasukkan nama Ayah dalam daftar tahanan yang dibebaskan secara bersyarat dengan alasan kalau lapas itu sudah penuh sesak. Tapi Ayah tidak punya alamat yang terdaftar jadi dia menyuruh Ayah berjanji untuk tinggal bersama keluarganya.

Dengan dramatis Ayah berkata kalau keluarganya hanya tinggal putrinya seorang dan dia tidak ingin membebani putrinya. Tapi jika dia dibebaskan, dia berjanji akan jadi ayah yang berguna dan melindunginya. Oke, tunggu kabar baik darinya.


Do Ha lalu pergi menemui CEO Ji yang menyerahkan kontrak-kontrak iklannya Un Gwang, dia juga menginteruksikan Do Ha untuk mengirimkan hadiah white wine untuk ultah Sutradara Lee. Do Ha menerima semuanya dengan tak enak hati, tapi bagaimana dengan penghentian kontrak dengan Chewing? Berapa denda yang harus dibayar?

CEO Ji kecewa mendengarnya, tapi dia menolak menerima denda apapun, toh dia yang salah kok. Dia memberitahu kalau dia sudah membeli saham Chewing lagi dan sudah memutuskan hubungan dengan Mi Eun baik secara profesional maupun secara pribadi.

Sekarang dia hanya akan terus mengelola Chewing dan menunggu Un Gwang kembali, "Karena Chewing adalah identitasnya Yeo Un Gwang."


Percakapan mereka terpotong dengan cepat saat Do Ha mendapat telepon yang langsung membuatnya bergegas kembali ke lokasi syuting dan mendapati Sutradara sedang memarahi Manajer Yang karena Un Gwang lagi-lagi bikin ulah dengan pergi dari lokasi dan membuat syuting jadi batal.

Begitu Do Ha datang, Sutradara langsung ganti memarahi Do Ha yang tidak becus mengurus artisnya. Dulu saat masih ditangani CEO Ji, mereka tidak pernah batal syuting biarpun Un Gwang sering telat. Tapi sejak Do Ha yang mengambil alih, dia membiarkan Un Gwang berbuat semaunya hanya karena dia fan-nya Un Gwang.


Kesal, Sutradara mengayunkan tangan mau menempeleng orang dengan gulungan naskahnya. Tapi Seol Woo langsung bergerak cepat mencengkeram erat tangannya dan memperkenalkan dirinya sebagai seorang pengawal yang tugasnya menciptakan kedamaian.

Dia baru melepaskan tangan Sutradara setelah Do Ha yang menyuruhnya tapi dia memperingatkan Sutradara untuk tidak pakai kekerasan baik verbal maupun fisik lalu pergi untuk menjemput VIP-nya.


Beberapa saat kemudian, Seol Woo membawakan kopi hangat untuk Do Ha dan melapor kalau VIP sudah datang dan sekarang sedang syuting. Saat dia memberitahu kalau itu adalah kopi Jongro kesukaannya Un Gwang, Do Ha berkata kalau menurutnya kopi dari kedai kopi lah yang paling enak sambil menikmati pemandangan malam yang indah.

Mendengar itu, Seol Woo langsung menanyakan acaranya Do Ha malam ini. Do Ha bilang kalau dia ada pertemuan dan musti bicara dengan Un Gwang juga. Lalu setelah itu, dia tidak ada acara apa-apa lagi, kan? Jadi Do Ha bisa pergi dengannya kan nanti? Tidak. Dia kan sudah bilang... "Satu meter," ucap keduanya serempak.

"Toh aku kan sudah berada satu meter darimu."

"Bnear, pertahankan jarak satu meter itu." Ujar Do Ha lalu pergi.



Malam harinya, Do Ha membicarakan masalah kontrak iklan sesuai intruksi CEO Ji dan memberitahu kalau tad dia ketemu CEO Ji dan memberitahu bahwa CEO Ji sudah membeli saham Chewing dan memutus hubungan dengan Mi Eun. Tapi Un Gwang bersikeras tidak mau balik dan mengakhiri diskusi sampai di sini.

Tepat saat itu juga, Do Ha disms Seol Woo yang tanya apakah dia masih bersama VIP. Do Ha langsung menggerutu kesal... dan Un Gwang kontan balik lagi dengan penasaran, siapa itu? Kim Guard? Do Ha berbohong kalau Seol Woo cuma tanya kapan syuting besok.

"Oh, begitu yah?" Un Gwang tak percaya. Sms dari Seol Woo muncul lagi sedetik kemudian dan Do Ha terus ngotot beralasan kalau Seol Woo cuma menanyakan jadwalnya Un Gwang.


Tak diketahuinya, sms itu sebenarnya bukan sms kangen tapi sms untuk memastikan kapan Do Ha pulang karena saat ini Seol Woo sedang menggeledah rumah Do Ha. Do Ha membalas sms-nya dengan kesal, jangan sms dia lagi, dia tidak merasa nyaman.

Un Gwang tak beranjak dari duduknya saat Do Ha disms Seol Woo lagi yang masih terus ngotot menanyakan kapan dia selesai kerja, apa Do Ha mau makan malam dengannya? Un Gwang yang masih penasaran tingkat tinggi, pura-pura bertanya-tanya apakah Kim Guard sudah makan malam.

Do Ha refleks menjawab belum. Jelas saja Un Gwang curiga, apa sms itu sungguh menanyakan jadwalnya. Jadi mereka sedang sms-an tentang jadwal makan malam mereka, yah? Sepertinya dia harus menanyai Kim Guard.

Do Ha kontan cemas, mau tanya apa memangnya? Tentu saja pertanyaan seputar kerjaan, memang kenapa? Ada masalah? Tidak, tidak sama sekali.


Tak menemukan cincin itu di rumah, dia menggeledah cincin itu di ruang kerjanya Do Ha di kantor. Tapi tetap saja tak menemukannya dimana-mana. Dia langsung melaporkannya pada Dong Hyun, sepertinya mereka membutuhkan Ayah Do Ha untuk memberi mereka petunjuk.

Dong Hyun menyuruhnya untuk cepat menangani Do Ha biar mereka cepat menemukan cincin-nya. Tapi Seol Woo berpendapat kalau wanita seperti Do Ha itu perlu ditangani pelan-pelan. "Aku harus bersikap baik sekaligus dingin?"

"Maksudmu biar dia bingung?"

"Kencan itu soal reaksi. Kencan itu bervariasi menurut orang dan situasinya."


Percakapan mereka terhenti karena Seol Woo mendapat telepon saat itu. Tapi bukannya dari Do Ha, malah dari Un Gwang. Sesaat kemudian, mereka bertemu di restoran. Un Gwang beralasan kalau dia mengajak Seol Woo makan malam untuk merayakan kembalikan Seol Woo bekerja padanya... sekaligus membiarkan Seol Woo makan malam bersama Yeo Un Gwang. Dia boleh membual pada orang-orang kalau mau.

Seol Woo kontan menatapnya tajam sambil berusaha menahan kesal. Melihat reaksinya, Un Gwang bertanya-tanya kenapa? Apa Seol Woo ingin makan malam romantis bersama wanita? Dan apakah wanita itu adalah Do Ha? Seol Woo terdiam canggung mendengarnya.



Tepat saat itu juga, seorang anak menghampiri mereka dan mengenali Un Gwang sebagai Dark Death. Un Gwang langsung memberinya foto plus tanda tangan. Anak itu memperkenalkan dirinya sebagai Jae Young dan minta foto bareng. Un Gwang menurutinya dengan senang hati dan menyuruh Seol Woo memotret mereka.

Tapi saat anak itu berlari ke Ibunya, ternyata dia putranya Mi Eun. Senyum Un Gwang menghilang seketika. Menatap putra Mi Eun dengan sedih, dia mengomentari putra Mi Eun yang sudah tumbuh dengan baik.


Jae Young nyerocos senang ketemu Dark Death dan berencana mau pamer pada Ayahnya. Mi Eun dengan sabar memberitahu Jae Young untuk tidak memberitahu Ayah tentang Dark Death, nanti Ayah sedih loh kalau Jae Young lebih menyukai Dark Death. Jae Young setuju, kalau begitu ini rahasia.


Gara-gara pertemuan itu, Un Gwang tidak selera makan di sana lagi. Mereka pun langsung pulang dan Seol Woo terpaksa harus mendengarkan ocehan Un Gwang. Parahnya, Un Gwang malah manja minta disuapin. Un Gwang langsung menuntut janji diantara mereka untuk tidak merahasiakan apapun, jadi apa yang sebenarnya terjadi antara Seol Woo dan Do Ha.

"Faktanya kami adalah rekan kerja," jawab Seol Woo.

Terus kalau bukan faktanya apa? Seol Woo berkata kalau Do Ha membuatnya khawatir dan mengganggunya. Un Gwang memutuskan kalau ini namanya cinta segitiga. Seol Woo menyukai Do Ha tapi Do Ha menyukai dirinya.

Dia langsung menggenggam tangan Seol Woo dan menasehatinya untuk siap-siap patah hati, tidak mudah mengubah pikiran Do Ha. Lagipula penampilan Seol Woo itu tidak sesuai tipenya Do Ha. 


Tapi kemudian dia benar-benar serius saat dia berkata bahwa sebelum Seol Woo menjadi brother-nya, Do Ha sudah terlebih dulu jadi adiknya.

"Jika kau menyakitinya, mati kau."

"Baik."

"Semoga berhasil, meski tidak akan mudah bersaing denganku." Ujar Un Gwang memberikan restunya.

Bersambung ke part 2

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon