Powered by Blogger.

Content and Images Copyrights by KBS2

Sinopsis Hwarang Episode 8 - 2

Para pejabat yang menentang Ratu, ribut pura-pura memprotes penunjukan pengawal Ratu di acara Festival Thanksgiving. Ui Hwa dengan santainya menyindir mereka. Ada yang bilang kalau Silla memiliki banyak Raja karena banyaknya pejabat yang memiliki kekayaan yang sangat berlimpah dan punya banyak pengawal yang jauh lebih banyak daripada pengawal kerajaan.
Kenapa tidak sekalian saja mereka bertarung satu sama lain alih-alih mengabdi pada keluarga kerajaan yang serba kekurangan ini.Para pejabat tersinggung dengan hinaannya dan berusaha mengusirnya. Siapa Ui Hwa sampai berani datang kemari? Atas dasar apa Ui Hwa datang kemari?


Ui Hwa berkata bahwa dia adalah kepala instruktur Hwarang, orang yang akan menciptakan pejabat di masa depan. Dan dia datang kemari untuk mengajukan sebuah usul. Dia ingin Hwarang tampil di festival itu.


Setalah rapat usia, Ratu Ji So menanyai Ui Hwa tentang idenya ini. Ui Hwa berkata bahwa dia hanya ingin memberi kesempatan pada Ratu Ji So untuk mengumumkan pada dunia pada Hwarang adalah milik Silla dan milik Ratu, festival itu adalah kesempatan terbaik untuk melakukan itu. Saat itu adalah saat semua orang fokus pada keluarga kerajaan.

"Maksudmu, Hwarang akan tampil di hadapan Raja Jinheung?"

"Hwarang akan tampil di hadapan semua orang," jawab Ui Hwa.


Park Young Shil dan Tuan Ho juga sedang membahas ide Ui Hwa itu. Park Young Shil bertekad tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Mereka lalu pergi ke Ruma Hwarang. Asisten Ui Hwa berusaha menolak kedatangan mereka dengan memberitahu kalau Ui Hwa tidak ada di tempat. Tapi Young Shil langsung menyingkirkan Asisten dari hadapannya dan masuk ke aula tempat para Hwarang berkumpul.

Young Shil berkata bahwa dia ingin bicara pada seorang Hwarang saja. Asisten langsung memanggil Ban Ryu. Tapi yang mengejutkan semua orang, Young Shil malah meminta bicara berdua dengan Sun Woo. Ban Ryu heran, kenapa Young Shil bicara berdua dengan Sun Woo? Tuan Ho meyakinkan Ban Ryu untuk tidak cemas, semua ini demi Ban Ryu juga.


Young Shil memperhatikan Sun Woo mulai dari atas sampai kebawah dan berkomentar kalau Sun Woo tampak cukup normal. Sekarang dia malah jadi lupa akan tujuan utamanya mencari Sun Woo. Tapi saat Sun Woo hendak pergi, Young Shil tiba-tiba membahas temannya Sun Woo yang katanya meninggal dunia. Young Shil penasaran apa salah temannya Sun Woo hingga dia dibunuh?

Sun Woo langsung membeku, "siapa anda?"

"Apa dia melihat wajah Raja?"

Teringat ketakutan Mak Moon dan ocehannya karena melihat wajah Raja malam itu, Sun Woo mulai mengerti alasan Mak Moon dibunuh. Young Shil memberitahu Sun Woo bahwa dia tidak memihak Ratu. Dia dan Ayah Sun Woo memiliki dendam sangat besar terhadap Ratu. Seandainya saja dia tahu wajah Raja, maka dia bisa membalaskan dendam Sun Woo. Sadar dari keterkejutannya, Sun Woo mengklaim kalau Young Shil salah orang karena dia tidak tahu apa-apa.


Dia lalu buru-buru pergi dari sana. Sembari melihat gelangnya, dia membatin "Mak Moon, jika kau benar-benar mati hanya karena melihat wajah Raja maka aku tidak akan pernah memaafkan Raja. Kalau aku tetap di sini dan bertemu Raja suatu hari nanti, akan kukirim dia ke alam baka... demi kau."

Ji Dwi mendekatinya sambil menyinggung kehebatan Sun Woo yang dikunjungi pejabat tinggi. Tapi Sun Woo tidak mood bicara dengannya dan langsung pergi. Jelas Ji Dwi kesal, dia bukan orang yang bisa diabaikan begitu saja. Tapi pada akhirnya dia berusaha menahan diri dan emosinya.


Pagi-pagi, para Hwarang terbangun oleh suara ribut tabuhan genderang. Tapi setelah mendengarkannya baik-baik, Sun Woo yakin dia mengenali suara tabuhan genderang itu. Jangan-jangan...?


Dugaannya terbukti saat mereka datang ke aula dan mendapati Woo Reuk sedang menabuh genderang dengan penuh semangat. Para Hwarang yang lain terkagum-kagum dengan permainan musik Woo Reuk.


Ui Hwa datang dan memberikan tugas kedua mereka. Istana akan mengadakan Festival Thanksgiving dan mereka akan memberi persembahan hadiah berupa musik dan tarian untuk Ratu dan orang-orang.

Ban Ryu protes duluan, tak suka dengan ide menari dan bermain musik untuk Ratu itu. Ui Hwa menegaskan, mereka akan bermain musik dan menari untuk rakyat negeri ini agar mereka bisa menikmati dan merasakan kegembiraan. Woo Reuk akan menjadi instruktur yang akan mengajari mereka bermain musik dan menari.

Yeo Wool kagum, tak percaya bisa melihat Woo Reuk - sang raja alat musik. Soo Ho tak tahu kalau orang itu seterkenal itu. Han Sung pernah mendengar tentang Woo Reuk yang katanya bisa memainkan semua alat musik, terutama gayageum.


Saat mereka tengah istirahat, Sun Woo mendatangi Woo Reuk. Keharanan memperhatikan Woo Reuk yang sekarang beda dan lebih rapi. Untuk apa Woo Reuk datang kemari. Woo Reuk langsung protes, dia sekarang instrukturnya Sun Woo. Lalu bagaimana Woo Reuk bisa mengenal Ui Hwa?

"Mereka yang menyukai musik, cenderung berani mengambil resiko." Jawab Woo Reuk "Semoga berhasil. Katanya kau pesaing utama yang akan gagal."


Di kelas, Woo Reuk unjuk kebolehan memainkan beberapa alat musik. Mulai dari genderang, mangkok-mangkok besi sampai gayageum dan semua orang kecuali Sun Woo sangat menikmati permainan musiknya. Dia memberitahu mereka bahwa yang paling penting dalam bermain musik adalah irama-nya. Jika mereka tidak bisa merasakan iramanya maka melodi seindah apapun hanya akan jadi suara bising.


Lalu satu per satu, para Hwarang mulai berlatih sendiri. Ada yang memainkan instrumen dan ada pula yang unjuk kebolehan dengan menari. 4 orang ditugaskan membuat musik dengan memakai anggota tubuh mereka. Yang pertama disuruh memakai kaki, yang kedua disuruh memakai tangan, yang ketiga disuruh membunyikan sepatunya dan yang keempat disuruh menampar dirinya sendiri. wkwkwk.


Han Sung dan Yeo Wool memperagakan tarian, tapi hanya Han Sung yang bisa melakukannya dengan benar. Ji Dwi membuat orang-orang kagum saat dia memperagakan gerakan bela diri sebagai tarian.


Ban Ryu menabuh genderang tapi tongkatnya melayang ke Soo Ho. LOL. Soo Ho juga sukses memperagakan tarian. Hanya Sun Woo yang paling ancur, Woo Reuk saja sampai malu dan kesal melihatnya.


Suara musik mereka terdengar sampai ke ruang kliniknya A Ro. Hanya dia yang paling tidak suka dengan permainan musik Woo Reuk, dari mana pula Ui Hwa menemukan orang semacam itu. Tapi saat Ui Hwa memberinya tatapan peringatan, A Ro mengubah kalimatnya dengan lebih sopan. Dari mana pria itu berasal?

Ui Hwa heran, seharusnya A Ro mengenal Woo Reuk. "Dia orang yang membesarkan kakakmu. Bagaimana bisa kau tidak mengenalnya?"

"Dia yang membesarkan kakakku?"


Selanjutnya, Sun Woo dan semua teman sekamarnya ditambah Han Sung jadi satu kelompok, berlatih tarian pedang. Saat yang lain bisa melakukannya dengan cukup baik, Sun Woo malah jadi pengacau dan tak sengaja memukul kepala Han Sung.


Sementara itu, para pejabat sedang sibuk rapat mendiskusikan masalah ini. Mereka tak terima dengan anak-anak mereka yang disuruh tampil di hadapan Ratu. Ini namanya penghinaan. Dulu saja Ratu bilang akan membuat masa depan Silla, tapi sekarang Ratu mulai menunjukkan niat aslinya. Ratu hanya ingin menjadi Hwarang sebagai mainannya dan memajangnya di hadapan semua orang.

Hanya Young Shil yang tetap tenang. Tapi memperhatikan Ratu sepertinya sedang cemas, pasti ada alasannya. Ratu terlalu terburu-buru dalam membangun kekuatan Keluarga Kerajaan.


Sementara Pa Oh mencuci baju, Ji Dwi berlatih gerakan tarian-nya. Dia sungguh tak percaya melihat Ji Dwi, apa Ji Dwi mau dikenang sebagai Raja memalukan yang gemar menari? Ji Dwi membela diri, kata siapa dia memalukan? "Aku tampan dan pandai menari. Aku akan jadi Raja yang legendaris."

Saat Pa Oh masih meragukannya, Ji Dwi langsung menyinggung status Pa Oh yang sampai sekarang masih bujang. Apa Pa Oh tahu kenapa dia belum menikah sampai sekarang. Pa Oh mengklaim itu karena dia setia pada Ji Dwi, dia terkenal loh di kalangan wanita. Tapi Ji Dwi dengan entengnya memberitahu Pa Oh bahwa dia masih membujang itu karena dia bukan tipe wanita, Pa Oh itu tidak mengerti wanita.


A Ro melihat Sun Woo sedang sibuk latihan tariannya, tapi gerakannya sangat kaku. A Ro berdecak melihatnya, itu badan apa kayu sampai kaku begitu. A Ro cemas, kalau Sun Woo gagal lagi maka dia pasti akan dikeluarkan. Apalagi dia latihan sendiri, gerakannya jadi sangat buruk. Sun Woo dengan canggung menyatakan kalau dia pasti akan lulus.

Tak percaya, A Ro mengambil alih tongkatnya dan mengajari Sun Woo cara menggerakkan tubuhnya dengan cara yang benar dan luwes. Sun Woo tertawa sendiri melihat antusiasnya A Ro. A Ro juga senang melihat Sun Woo tersenyum.


Tapi senyumannya memudar saat dia keluar dari Rumah Hwarang, teringat dengan ucapan Joo Ki tentang kalung yang dimiliki Sun Woo dan ketidaktahuan Sun Woo tentang ibunya yang bisu.


Woo Reuk dan beberapa Hwarang yang kedapatan tugas bermain musik, latihan tengah malam dan membuat yang lain terganggu, apalagi musik yang mereka mainkan bertempo cepat. Soo Ho mengomentari Ban Ryu yang ternyata berusaha keras juga walaupun awalnya dia mengeluh, dan dia juga lebih baik daripada Sun Woo.

Han Sung tiba-tiba datang membawa bantal dan naik ke ranjangnya Yeo Wool. Dia mau tidur di sini saja, di kamarnya berisik. Tapi saat Yeo Wool mulai membelainya mesra, Han Sung jadi risih dan langsung turun ke ranjangnya Sun Woo dan memaksa tidur di sebelah Sun Woo. Ji Dwi sampai harus menyumpal kedua telinganya saking berisiknya orang-orang itu.


Keesokan harinya, ke-6 orang itu berlatih pedang dengan tongkat kayu. Tapi kemudian, latihan pedang mereka berubah jadi latihan tari dan Sun Woo masih saja mengacaukan gerakan mereka. Saat yang lain bergerak ke kanan, dia malah ke kiri. Latihan mereka sontak menarik perhatian Hwarang yang lain.

Ui Hwa dan Joo Ki juga melihat mereka dari kejauhan. Tapi bukannya memuji, Ui Hwa malah mengkritiki tarian mereka yang kelihatan vulgar. Joo Ki berkata kalau tarian itu terkenal di Tiongkok, itu namanya tarian pedang.

Yah terserahlah, yang penting mereka sudah berusaha keras. Tugas itu tampaknya sangat dinikmati oleh mereka. Ban Ryu bahkan secara tak sadar mengetuk-ngetukkan kakinya mengikuti irama, mereka juga latihan saat mandi.


Joo Ki lagi-lagi mengantarkan surat untuk Ban Ryu. Kali ini dia mendapat dua surat. Yang pertama dari Seo Yoon yang berjanji akan menjelaskan pada kakaknya di acara festival itu nanti dan berharap Ban Ryu akan bertahan sampai saat itu, dia juga ingin bertemu langsung dengan Ban Ryu untuk minta maaf.

Dia juga menyemangati Ban Ryu untuk tampil dengan baik, dia sangat menantikan penampilan Ban Ryu. Ban Ryu tersenyum membaca surat itu. Tapi senyum itu hilang seketika saat dia membuka surat kedua dari ayahnya, Park Young Shil.


Tuan Ho bertanya-tanya apakah Young Shil punya cara untuk menghentikan penampilan para Hwarang itu nanti. Karena Ratu menaruh harapan besar dalam festival itu, Young Shil berencana untuk membuat Ratu kecewa. Mereka harus membuat Hwarang jadi kelihatan bodoh di hadapan semua orang dan dia sudah menugaskan Ban Ryu untuk itu.


Ban Ryu kesal membaca surat itu dan langsung merobek-robeknya.


A Ro mendekati Woo Reuk dan memperkenalkan dirinya sebagai Putrinya Ahn Ji. Kalau begitu, apakah A Ro adalah adiknya Mak Moon? tanya Woo Reuk. A Ro bertanya apakah itu nama kakaknya dulu? A Ro lalu mengundang Woo Reuk minum teh. Woo Reuk memperhatikan A Ro sangat berbeda dari kakaknya.

"Mak Moon... adalah anak yang baik," ujar Woo Reuk tak enak hati.

A Ro memberitahu nama kakaknya sekarang adalah Sun Woo dan ada sesuatu yang perlu dia tanyakan pada Woo Reuk sebagai orang yang telah membesarkan kakaknya. "Pernahkah Oraboni-ku... merindukanku?"


Sun Woo lewat di samping taman bunga krisanteum yang membuatnya teringat saat A Ro berusaha membujuknya untuk makan dan minum teh bunga krisan untuk meredakan sakit kepalanya dan membuatnya tenang. Sun Woo tersenyum menatap bunga-bunga itu


Secara bersamaan, A Ro dan Sun Woo berjalan ke arah satu sama lain. A Ro tersenyum padanya dan Sun Woo membawa sebuket bunga krisan di punggungnya.

Sun Woo memberikan bunga itu dengan canggung sambil mengklaim itu kalau dia memberikan itu bukan sebagai bunga tapi obat pereda sakit kepala.


A Ro menerima bunga itu dan mengaku senang mengetahui Sun Woo adalah kakaknya. "Tapi kau bukan kakakku," ujar A Ro menjatuhkan bunganya "siapa kau sebenarnya?"

Bersambung ke episode 9

5 comments

gomawo dah nulis sinopnya,
aih suka banget sama hansung

waaahh nggak sabar sama episode selanjutnya...

semangat nulis sinopsisnya yaaa...
terimakasih

Ditunggu ep. 9 nya...
Tetap semangat nulis sinop ny ya :-)

Gak sabar nunggu episode 9. Gumawo...

Setelah membaca postingan ini harap berikan komentar dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog ini dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon