Powered by Blogger.

Content and Images Copyright by tvN

Sinopsis Goblin Episode 10 - 2


Eun Tak dan Shin berdiri ditepian pantai. Eun Tak bilang kalau ia menyukai semua yang telah diberikan oleh ibunya. Kue beras, cake, syal dan Jung Hyung. Shin menepuk pundaknya dengan lembut.

“Ahjussi juga. Terimakasih telah membukakan pintu.”



Shin bangga dengan kehebatannya sendiri. Eun Tak tertawa dengan sikap sok-nya, tapi ngomong-ngomong sekarang tidak pernah hujan lagi. Shin bilang kalau dia sudah menjaga emosinya sipaya NASA tidak datang mencarinya. Tawa Eun Tak semakin pecah karena guyonan Shin.


Shin menunjukkan rekening asuransi pada Sekretaris Kim, pemilik dari asuransi itu masih belum genap berusia 20 tahun sampai September tahun depan. Akan sulit untuk mencairkannya tanpa tanda tangan dari bibinya sebagai wali.

Sekretaris Kim memeriksa dokumen yang diberikan Shin, ia paham dan akan mengurusnya supaya uang itu sampai di tangan yang berhak. Dia berniat pergi namun Shin memanggilnya, dia berterimakasih karena Sekretaris Kim sudah tumbuh dengan baik.

“Aku yang berterimakasih untuk semuanya.” Ucap Sekretaris Kim.


Sekretaris Kim menemui Bibi di penjara. Bibi bicara panjang lebar, intinya dia mengklaim kalau uang direkening Eun Tak adalah miliknya. Ia menyimpan uang asuransi di tabungan Eun Tak tapi rekeningnya menghilang. Jadi bagaimana dia bisa mendapatkan rekening itu lagi?

Sekretaris Kim sampai menguap mendengarkan cerita Bibi, ia menunjukkan ponselnya yang sedang merekam pembicaraan bibi. Dia mengancam akan menuntut Bibi berusaha mencuri uang asuransi. Dia memberikan dua pilihan: Satu, kembalikan uangnya dan keluar dari penjara. Kedua, buat urusan jadi rumit dengan tuntutan tunjangan anak dan menyeretnya ke penjara selama 1 tahun.

“Kau salah menilaiku. Aku mengenal teman di tempat gelap.” Ancam Bibi.

“Aku tahu tempat gelap itu lebih daripada kau.” Balas Sekretaris Kim percaya diri.


Sekretaris Kim melapor ke Kakek bahwa dia sudah menjalankan perintah Shin. Dia juga sudah menyiapkan tempat  bagi Deok Hwa untuk mempelajari bisnis mereka sesuai perintah Kakek.


Deok Hwa datang ke kantor, dia bersikap layaknya atasan tapi dia masih terkagum-kagum saat melihat ada meja bisa naik-turun. Nona Jang paham kalau Deok Hwa adalah cucu Presdir tapi dia diperintahkan untuk mengajarnya seperti yang lainnya.

Deok Hwa menjadi ngeri sendiri dengan Nona Jang yang tidak bergeming saat sudah mengetahui identitasnya sebagai cucu presdir. Ia pun berjanji akan menghafal semua produknya dalam sehari.


Wang Yeo masih melamun memikirkan masa lalu Kim Sun sebagai ratu saat ia sedang mengambil cuciannya. Pemilik Laundry memuji bahan topi milik Wang Yeo yang bagus. Apa itu dari Italia?

“Itu dari Heaven.” Ujar Wang Yeo melamun. Pemilik Laundry cuma manggut-manggut mengiyakan saja.


Beberapa saat kemudian, Sunny menghubunginya untuk bertanya apakah dia masih melakukan pencarian? Apa yang ia lakukan sekarang? Wang Yeo mengaku kalau ia tengah berfikir untuk memegang tangan Sunny lagi atau tidak.

“Itu gila. Bagaimana kalau hari ini? Saat aku sehari lebih muda.” Tawar Sunny.


Tidak lama kemudian, Wang Yeo bersiap untuk pergi dan berpapasan dengan Shin. Shin kembali melihat bayangan kalau Sunny akan meninggalkannya. Ia pun menyarankan supaya Wang Yeo mengganti jaketnya. Wang Yeo heran, memang penampilannya aneh?

“Tidak. Aku ingin tahu apakah nasehatku bisa mengubah harimu. Pakai sepatu yang nyaman, jalannya jauh. Kau juga terlihat aneh.” Ucap Shin sambil lalu. Bukannya menurut, Wang Yeo malah kesal dan memilih pergi tanpa mendengarkan saran darinya.

 

Sunny mendandani dirinya sambil menentukan tema kencan kali ini, hangat dan manis. Dia ingin terlihat cantik, ia tidak mau menunjukkan kalau ia bertambah tua setahun saat mereka berkencan.

Wang Yeo berjalan sambil menghindari dari kerumunan orang, ia takut bersentuhan dengan mereka. Sunny sudah menantinya, Wang Yeo meminta maaf karena agak terlambar. Tanpa basa-basi, ia berkata bahwa ia ingin memegang tangan Sunny. Ia sangat penasaran dan ingin segera melakukannya.


Sunny tidak mau meraih tangan Wang Yeo, kali ini ia ingin jual mahal. Sejujurnya, ia juga ingin berpegangan tangan dan berpelukan. Tapi setidaknya dia harus tahu siapa orang yang dipeluk olehnya lebih dulu. Ia menuntut Wang Yeo untuk mengatakan namanya aslinya. Ia akan membiarkannya sampai tahun ini saja jadi dia memberi waktu dua jam dari sekarang.

Sunny menanti dengan penuh harap. Wang Yeo terus terdiam sampai kata maaf terlontar dari mulutnya. Sudah barang tentu kalau Sunny kecewa, haruskah mereka putus? Baiklah, banyak hal baik yang terjadi diantara mereka. Jadi anggap saja jika Wang Yeo telah mencampakkannya. Jangan menelfon lagi mulai sekarang. Meski tidak sengaja bertemu, jangan saling menyapa.

“Selamat tahun baru.” Pungkas Sunny. Wang Yeo membeku ditempatnya tanpa bisa mengatakan apapun. Ia menatap kepergian Sunny dengan sedih.


Shin sudah siap menggunakan mantel dan syal, menunggu datangnya Eun Tak. Ia menunggu dengan gelisah bahkan ingin mengetuk pintu kamar Eun Tak lebih dulu, tapi gengsinya terlalu tinggi untuk melakukan hal itu.


Waktu tinggal beberapa detik lagi sebelum tahun baru, Eun Tak membuka pintunya dan berlari ke kamar Shin. Shin dengan sok bilang kalau dia sedang tidur. Eun Tak tidak memperdulikan alasan konyolnya dan menyuruh dia mendengarkan denting jam tengah malam. Ia joget-joget kegirangan menyambut tahun baru dan saat ini, Eun Tak juga sudah resmi menjadi dewasa.

“Memangnya kenapa? Kenapa kau memakai mantel?”


Eun Tak ingin keluar malam merayakan momen dewasanya. Shin sigap berdiri dan menyenggolnya manja, ia berjanji akan melakukan apapun yang Eun Tak inginkan. Eun Tak dengan girang ingin minum soju di tenda dan makan hati ayam dengan penuh romantisme. Shin tidak suka dengan ide Eun Tak (karena sepertinya dia punya sesuatu lain yang ingin ia lakukan hehehehe).


Eun Tak menenggak sojunya tapi ia tidak menyangka kalau soju rasanya sepahit itu. Meskipun pahit, ia merasa kalau ini sangatlah romatis dan meminta Shin mengisi kembali gelasnya. Shin cuma bisa tersenyum melihat wajah Eun Tak yang tidak tahan dengan rasa pahit alkohol.



Ingat pencopet kemarin yang ditolong Shin, dia malah menaruh dendam pada Shin dan membawa anak buahnya. Eun Tak merasa kalau suasana menjadi aneh, apa Shin mengenalnya? Tidak, Shin hanya pernah bertemu dengannya. Ia pun dengan santai mengajak mereka menyelesaikan masalah diluar. Shin dengan santai berteleportasi dihadapan mereka.

Pemilik warung soju mengkhawatirkan kondisi Shin, mereka adalah preman terbaik dikota ini. Eun Tak dengan santai bilang kalau dia pasti baik-baik saja. Dia tidak pernah dipukuli sebelumnya.


Shin memperingatkan mereka untuk menahan rasa sakit karena dia tidak akan baik pada mereka. Ia pun menggunakan gagang pel untuk melawan gerombolan preman dengan mudahnya. Menghajar mereka dan menghindari serangan mereka dengan santainya. Eun Tak menikmati pertarungan Shin layaknya tontonan dan kembali meminum sojunya yang terasa pahit.


Shin menghindari serangan seorang preman, memukul kepala seorang lainnya, menghantam leher yang lain dan mengakhirinya dengan menusuk pant*t si pencopet. Shin langsung membuang tongkatnya dengan jijik. Para preman itu ketakutan dan langsung menggotong pergi si pencopet, tapi malah tak sengaja menubrukkan itunya si pencopet ke pohon. wkwkwk!


Shin sudah kembali dihadapan Eun Tak. Eun Tak yang sudah mabuk ingin kembali memulai malam romatis mereka. Tenda remang-remang, makanan sederhana, soju pahit semuanya sangat romatis. Tapi masih kurang satu “Ciuman pertama. Yang waktu itu bukan ciuman.”


Eun Tak berjalan menghampiri Shin dan menyuruhnya jangan bergerak. Shin terkejut sehingga ia menghentikan waktu. Sayangnya Eun Tak tidak mempan, dia adalah pengantin Goblin jadi Shin tidak bisa menghindar.

 

Shin tidak menghindar, dia cuma terkejut karena ini pertama kalinya. Ia pun menatapnya kemudian mencium Eun Tak dengan lembut. Keduanya sama-sama tersenyum dan Eun Tak mengecup bibir Shin sekali lagi “Sempurna.”


Kebahagian keduanya sangat berbanding terbalik dengan kondisi Wang Yeo saat ini. Dia bertanya-tanya, apakah dia yang mencampakkan? Atau dia yang dicampakkan?


Keesokan harinya, Eun Tak sudah menyibukkan diri masak sup kue beras. Dia mendapatkan bayaran dari resort ski jadi ia bisa membeli daging juga. Shin dengan senyum lebar memujinya, gadis yang baik.

Eun Tak tidak menyangka padahal rasanya baru bertemu kemarin tapi sekarang sudah tahun baru. Mereka tampak sangat keren malam itu, saat menyelamatkannya dari penculik. Eun Tak tidak punya daun bawang untuk membuat sup kue beras. Shin dan Wang Yeo pun bergegas menawarkan diri membelinya.


Mereka berdua ingin kembali mengulang moment keren yang dikatakan Eun Tak. Keduanya berjalan dilorong gelap menciptakan siluet indah dengan kantung belanjaan ditangannya. Sayangnya, ada motor lewat dan momen keren mereka langsung lenyap. “Minggir!!!”


Keduanya pikir pengendara motor tadi sangat baik karena sudah menyarankan mereka berjalan di pinggiran. Mereka pun melambai dengan bahagia mengucapkan selamat tahun baru.


Ketiganya siap menyantap sup, Wang Yeo dengan lemas mengatakan jika dia tidak makan kalau makanannya tidak enak. Eun Tak menyuruhnya jangan khawatir, dia pandai memasak. Shin dan Eun Tak kembali curi-curi pandang, mereka mengucapkan selamat tahun baru satu sama lain.

Wang Yeo dengan sedih mengungkapkan kalau ia dan Sunny putus. Ia menyuruhnya supaya menganggap kalau dia sudah mencampakkan Sunny. Eun Tak yakin kalau maksud Sunny berlawanan dengan yang diucapkan, dia pasti berharap supaya Wang Yeo menghubunginya lebih dulu.

“Dia bertanya siapa aku.”

Eun Tak paham kalau pertanyaan itu cukup berat. Malaikat Pencabut Nyawa memang punya kesan negatif, tapi bagaimana kalau dia mengaku sebagai malaikat saja? Toh sama-sama malaikat.

 

Shin menyentuh tangan Wang Yeo “Himne. Fighting.”

Wang Yeo langsung meremas kuat tangan Shin, berharap bisa melihat masa lalunya. Tapi dia sama sekali tidak bisa melihat apapun dari Shin. Ia pun pergi dengan kesal. Shin langsung heboh, marah-marah karena tangannya kotor akibat Wang Yeo, sepertinya dia harus memotong tangannya.


Tapi Eun Tak meraih tangan Shin kemudian meniupnya. Shin menjadi malu, perlahan ia menarik tangannya. Sekarang sudah baikan, tangannya sudah bersih.

 

Eun Tak dan Shin ingin membuat mereka berdua baikan dan sengaja mempertemukannya. Eun Tak pura-pura tidak menyangka bisa bertemu dengan mereka. Ia bertanya apakah Bos-nya tidak mau menyapa?


Sunny memalingkan wajah, mereka sudah berjanji untuk tidak saling menyapa. Eun Tak dan Shin membuat kontak mata. Shin mencoba membuat suasana menjadi tidak canggung lagi, “Hari ini, kalian berdua kelihatan seperti putih telur (Wang Yeo memakai jaket putih) dan kuning telur (Sunny memakai jaket kuning). Kalian seperti telur goreng.”

Suasana menjadi semakin canggung akibat guyonan garing Shin.


Eun Tak menyalahkan Shin sebagai sumber kegagalan misi mereka. Wang Yeo dengan lemas bilang tidak apa-apa, yang penting dia sudah bertemu dengan Sunny. Ia pun masuk kekamarnya.

Eun Tak kembali ngomel pada Shin yang menyarankan membeli ubi manis tapi tidak punya uang sampai-sampai bos-nya yang harus bayar ubi. Shin tidak bisa meramalkan hal itu, lain kali ia akan memastikan memiliki uang tunai.

“Lupakan saja. Misinya gagal karena kau!” rutuk Eun Tak.


Wang Yeo keluar dari kamarnya dengan jas hitam, “Aku akan berangkat kerja. Temaku hari ini adalah.. malaikat.”

“Itu semua adalah salahmu.” Balas Shin pada Eun Tak sambil merampas ubinya.

 

Beberapa saat kemudian, Shin menikmati kentang manis yang sudah ia beli. Ia kembali teringat dengan masa depan Eun Tak, dimana ia bertemu dengan CEO-nya di restoran. Eun Tak memegang kalung yang ia kenakan sambil menanti gelisah.

Shin ingat jika Eun Tak sebelumnya mampir melihat aksesori di Quebec. Ia menyukai sebuah kalung namun ia tidak jadi membelinya, kalung itu adalah kalung yang digunakan Eun Tak saat usianya 29 tahun.


Shin nyengir sinis karena Eun Tak akhirnya membeli juga kalung itu. Setelah berfikir, Shin akan membeli kalung itu untuk Eun Tak. Ia pun berteleportasi ke Quebec saat itu juga.


Ditempat lain, Wang Yeo curhat tentang masalah percintaannya pada seorang dokter. Dokter menyarankan supaya dia cepat move on dan fokus pada sesuatu yang bisa membuat ia melupakannya. Wang Yeo mengucapkan terimakasih, ia meminta Dokter untuk meminum teh lupa ingatan.

Dokter tersenyum, sia-sia sekali karena dia sudah belajar sejak dulu menjadi dokter tapi harus melupakannya. Ia mengatakan kalau Wang Yeo adalah pasien terakhirnya.


Kakek datang tiba-tiba ke rumah Shin karena merasa kesepian, dia mengajaknya untuk bermain Go. Shin dengan percaya diri mengatakan kalau ia adalah guru Kakek dalam bermain Go tapi ia selalu kalah darinya. Kakek tertawa, dia menang karena nyawa menjadi taruhannya saat itu.

Shin berniat meletakkan bidaknya tapi entah kenapa Shin terkejut dan menjatuhkan bidaknya sebelum meletakkan di tempat yang tepat. Alhasil Kakek memenangkan permainkan Go, ia tertawa riang namun tawa kakek terdengar seperti gaungan bagi Shin.


Shin merenung dirumahnya. Suara kutukan kembali terdengar jika Shin akan menjalani kehidupan abadi dan melihat orang yang ia sayangi silih berganti meninggalkannya. Ditempat lain, kakek sedang mencukur rambut. Tukang cukur bertanya, apa anda akan pergi ke tempat yang bagus tuan?

“Ya. Aku rasa begitu.” Jawab kakek sambil tertawa.


Wang Yeo duduk disamping Shin membawa dua botol minuman. Shin berkata kalau Wang Yeo akan segera mendapatkan kartu nama, kartu nama Kakek Yoo. Wang Yeo tenang, apakah dia mengatakannya? Bagaimana dengan Deok Hwa? Lebih baik dia tahu.

Shin sepertinya tidak ada niatan memberitahu pada Deok Hwa, semuanya akan disesali didepan kematian. Sebelumnya Kakek Yoo juga bertanya kabar Wang Yeo.

“Dia pasti sudah tahu.”

“Tahu kalau kau putus?” canda Shin. hehe.



Shin menyarankan supaya Wang Yeo mengatakan saja tentang identitasnya yang sebenarnya pada Sunny. Dan dia tidak layak memiliki nama yang sama seperti adiknya. Dia senang mereka putus, dia selalu terganggu setiap kali bertemu dengannya.

Wang Yeo menyuruhnya berhenti bicara buruk tentang Sunny, ada hal yang belum ia katakan pada Shin kalau ia melihat masa lalunya. Wang Yeo rasa, Sunny adalah reinkarnasi adik Shin.

Shin tak percaya, “Apa kau yakin itu Sunny dan bukannya kau?”


Wang Yeo pikir, wajah Sunny mirip dengan wajah dilukisan itu. Dia melihat wanita itu menggunakan baju putih ditengah istana, sepertinya dia bangsawan. Jantungnya tertusuk panah.

“Mungkin bukan tentang pakaiannya. Atau panahnya? Apalagi? Apa ada lagi yang kau lihat?” Shin mulai penasaran.

Wang Yeo melihat dia naik tandu dan bicara pada seseorang. Ia bertanya pada seseorang, apakah dia cantik? Orang itu menjawab “kau kelihatan jelek.” Ucap Shin dan Wang Yeo bersamaan.


Akhirnya di akhir episode ini, kita diperlihatkan wajah Raja saat dewasa dan dia adalah Wang Yeo.

Bersambung ke episode 11 

17 comments

Unnie semangat nulis sinopsisnya walaupun udah nonton ttp krng lngkp klo gak baca sinopsis unnie.fighting

Wahhh knpa ga Ada commentx ni mba....fe menanti banget...comment ttg episode ini...hehhe

Wahhh knpa ga Ada commentx ni mba....fe menanti banget...comment ttg episode ini...hehhe

Wah daebak unnie terimakasih krna updatenya cepat,oh ya selamat tahun baru ya unniee,dn tetap semangat nulis sinopsisnya sampai selesai ๐Ÿ˜‰

Wah daebak unnie terimakasih krna updatenya cepat,oh ya selamat tahun baru ya unniee,dn tetap semangat nulis sinopsisnya sampai selesai ๐Ÿ˜‰

Udh bolak balik dari malem. Akhir@ kluar jg episode 10.. jd pnsaran apa raja mnyesal stlah ratu dan Shin mati..

Makin penasaran untuk episode selanjutnya.. suka bgt setiap adegan kim shin lagi sama2 wang yeo ๐Ÿ˜Š

Thanks bangettt sis,,, ๐Ÿ˜ƒ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š
Penasaran ku akhirnya terbayarkan juga. Di episode ini shin dan eun tak bahagia . Sebentar lagi kita yg baca akan menangis karena eun tak .apa kah dia akan menarik pedang tersebut ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

Drama Goblin emg DAEBAK bangeettt... aku sllu nungguin tiap episode nya.. apalagi yg bakalan terjadi nihh setelah iniiiii.... penasaaraaannn tingkat tinggi..!!! ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

wah updatenya cepet yaa, deabaak. lanjut nulis terus ya mba, fighting ~!

Unnie terbaik lahhh terUncchhh๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜semangat

Unnie terbaik lahhh terUncchhh๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜semangat

Asyiik ceritanya Unni...makasih banyak ya

Aku mau bertanya nih, Pada saat d lorong itu yang sambil membawa kantong belanjaan, soundtrack lagu yang di putar itu judulnya apa ya?

Dari sekian episode. Ini yg paling tidak terduga... RAJANYA si malaikat.. ๐Ÿ˜ฎ๐Ÿ˜ฎ๐Ÿ˜ฎ๐Ÿ˜ฏ pantas saja.. #harus mlakukan kjahatan super shingga jd mlaikat pncabut nywa. Sinopsis crita korea emg keren2..
Thank you sist. ๐Ÿค—

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon