Powered by Blogger.

Content and Images Copyright by tvN

Sinopsis Goblin Episode 10 - 1 


Wang Yeo melihat kehidupan masa lalu Sunny saat Sunny mengenggam tangannya. Dia melihat Sunny adalah Ratu muda Goryeo dan dia mengenali wajahnya yang sama persis dengan lukisan adiknya Shin. Wajahnya memucat seketika sampai membuat Sunny cemas.





Eun Tak baru kembali setelah melayani pelanggan dan mendapati Shin sedang menatap bos cantiknya. Eun Tak langsung cemburu, "kau mungkin akan melubangi kaca itu dengan tatapanmu."

Dia makin salah paham saat Shin mulai penasaran dan bertanya-tanya tentang Sunny. Shin pasti tertarik dengan Sunny karena dia jelas-jelas wanita yang sangat cantik. Shin meyakinkan kalau dia tidak mencari orang yang cantik, tapi Eun Tak masih tidak mempercayainya.


Sunny keheranan melihat reaksi Wang Yeo, ada apa sebenarnya dengannya? Memangnya ini pertama kalinya dia memegang tangan seorang wanita? Sunny tiba-tiba curiga.

Awalnya Wang Yeo mengaku tak punya nomor ponsel tapi sekarang dia punya, dia tidak mau memberitahukan nama aslinya dan Wang Yeo tiba-tiba berubah serius saat dia memegang tangan Wang Yeo. Jangan-jangan, "apa kau pria beristri?"

Wang Yeo langsung menyangkal keras. Kalau begitu, dilihat dari pakaiannya yang selalu serba hitam dan wajahnya yang putih pucat, apa Wang Yeo agen rahasia pemerintah? Wang Yeo menyangkalnya lagi.

"Kalau begitu, apa kau Malaikat Maut?"

Wang Yeo langsung terdiam. Tapi Sunny menyatakan kalau dia cuma bercanda dan memutuskan untuk tidak lagi mempermasalahkan identitas Wang Yeo.

Dia masuk kembali sementara Wang Yeo terus menatapnya dengan penasaran, "siapa sebenarnya kau, Sunny-ssi?"


Frustasi dengan situasi barusan, Sunny langsung menenggak sebotol bir. Dia merasakan tatapan Shin padanya dan langsung mengkonfrontasinya "Hei, Orabeoni. Kenapa kau menatapku terus?"

Shin mengaku penasaran saja karena Sunny memiliki nama yang sama dengan seseorang yang  dia kenal. Apa namanya benar-benar Kim Sun? Namanya memakai huruf Cina apa? Sunny menegaskan kalau dia tidak memakai huruf Cina, melainkan huruf Inggris 'Sunny'.

Lalu pernahkah Sunny melihatnya di suatu tempat? Sunny mengiyakannya, beberapa hari yang lalu di depan restoran lamanya. Shin heran kenapa Sunny selalu memanggilnya 'Orabeoni'? Sunny lebih heran lagi, memangnya dia harus memanggil Shin dengan sebutan 'Hei' atau 'Kau', begitu?
 
"Apa sebenarnya hubunganmu dengan orang ini (Wang Yeo)? Apa kau bahkan tahu siapa dia?" tanya Shin hampir keceplosan. Wang Yeo dan Eun Tak sontak mempelototinya.


"Dia memberiku sebuah cincin," jawab Sunny.

Sekarang dia penasaran, apa sebenarnya arti cincin ini? tanyanya sambil menunjukkan cincin gioknya. Dia makin keheranan saat Wang Yeo tiba-tiba saja meminta Sunny mengembalikan cincin itu kepadanya, besok jam 1 siang di cafe yang biasanya.


Begitu pulang, Wang Yeo langsung menulis semua fakta-fakta tentang Sunny di buku jurnalnya. Wajah Sunny di kehidupan sebelumnya, mirip dengan wajah lukisan adiknya Shin. Tapi apakah Sunny adalah reinkarnasi adiknya Shin, dia masih belum yakin akan hal itu.

Lebih anehnya lagi, kenapa waktu pertama kali melihat Sunny dan lukisan adiknya Shin, dia menangis? "Apakah kedua wanita itu, berhubungan dengan ingatanku yang hilang?"


Eun Tak masih cemburu dan curiga dengan reaksi Shin di restoran ayam tadi dan kenapa pula dia penasaran dengan hubungan Sunny dengan Wang Yeo? Semua pria itu sama saja. Baik manusia, goblin maupun malaikat maut.

Shin mencoba menjelaskan kalau ini tidak seperti yang Eun Tak pikiran. Tapi itulah yang Eun Tak pikirkan. Ah, jangan-jangan Shin membuatnya bekerja di restoran ayam itu karena bosnya cantik.

Shin mengklaim kalau dia bilang Eun Tak akan mendapatkan pekerjaan di restoran ayam, agar Eun Tak fokus dan percaya diri untuk mendapatkan pekerjaan itu. Eun Tak tak mempercayainya sedikitpun dan mengatainya omong kosong.

"Kalau begitu harapanku masih belum terkabul. Pekerjaan paruh waktu dan pacar."

Shin langsung emosi mendengarnya. Apa dia harus mematahkan kaki Tae Hee supaya Eun Tak tahu kalau dialah pacar Eun Tak? Haruskah dia mematahkan sesuatu agar Eun Tak tahu kalau pacarnya ini goblin yang gampang marah?


Kesal, Shin langsung berlalu pergi... dan kembali sedetik kemudian sambil menghela nafas panjang, berusaha meredakan emosinya. Eun Tak langsung menunduk cemberut.

Shin menenangkannya dengan menepuk-nepuk bahunya dan membelai sayang kepala Eun Tak, "aku sedih melihatmu bekerja, ini pertama kali aku melihatnya. Selamat malam."

Kekesalan Eun Tak sontak berubah menjadi senyum bahagia.


Shin membuka gulungan lukisan adiknya dan bertanya dengan penuh kerinduan, "apa kau baik-baik saja? Kurasa, akhirnya aku baik-baik saja."


Seolah untuk menegaskan bahwa Sunny adalah Ratu Goryeo, wajah lukisan Ratu itu melebur dengan wajah Sunny yang saat itu menemui Wang Yeo di cafe. Wang Yeo berkata kalau dia hanya akan meminjamnya sebentar.

Dia beralasan kalau dia perlu menyelidiki cincin itu, tapi dia tidak bisa menceritakan detilnya. Tapi dia penasaran, kenapa Sunny memilih cincin itu? Sunny berkata karena cincin itu terasa seperti miliknya. Apa Sunny tidak merasakan sesuatu saat dia mengenakan cincin itu.

"Tentu saja aku merasakannya," jawab Sunny "aku merasa aku memilih cincin ini untuk bertemu denganmu. Pria yang menangis saat pertama kali bertemu denganku. Pria yang kutunggu lama tapi bertemu hanya sebentar. Tapi aku tidak pernah menyangka kalau pria itu akan meminta cincinnya kembali."

Sunny akhirnya memberikan cincinnya. Dia tidak tahu apa yang mau Wang Yeo selidiki, tapi dia ingin Wang Yeo membagi hasil penyelidikannya itu dengannya. Sunny pun pergi.


Wang Yeo jadi murung sejak itu. Dia bahkan tidak konsen saat memasak. Shin penasaran, apakah kemarin saat Wang Yeo menggenggam tangan Sunny, dia melihat Sunny sebagai musuhnya di masa lalu. Wang Yeo menolak memberitahu, lagipula dia dilarang menceritakan apa yang dia lihat, itu aturan sebagai Malaikat Maut.

"Kau Malaikat Maut yang mulia. Bagaimana bisa kau menyembunyikan identitasmu dan mengencani manusia?"

Wang Yeo tidak terima. Situasi Shin juga sama dengannya. Shin menyangkal, cintanya sudah ditakdirkan untuknya. Tapi dia mengakui bahwa Kim Sun adalah nama adiknya. Dia tidak tahu apakah adiknya bereinkarnasi atau tidak. Kalaupun iya, dia mungkin tidak akan mengenalinya.

"Bagaimana jika adikmu bereinkarnasi dan kau bertemu dengannya? Dia mungkin tidak akan ingat dengan kehidupan masa lalunya"

"Aku hanya penasaran apakah dia hidup damai di dunia ini. Apakah dia sehat. Apakah dia dicintai. Aku penasaran dengan hal-hal seperti itu. Dia sangat cantik, adikku yang bodoh itu"


Eun Tak datang saat Shin mulai menceritakan kisah tentang kisah hidupnya dan adiknya. Dulu, seorang anak raja terlahir. Ayahnya lalu meninggal dunia, Ibunya diasingkan dari istana dan pada akhirnya mati karena sakit.


Kakak anak itu lah yang menggantikan raja yang sudah mangkat. Tidak ada seorangpun yang memihak anak itu, kecuali seorang kasim bernama Park Joong Won. Tapi sejak Kasim Park di sisi anak itu, banyak kejadian aneh terjadi. Satu per satu, semua pejabat yang menentang anak itu, putra mahkota dan raja, mati oleh penyakit. Tapi nantinya anak itu akan mengetahui bahwa mereka semua mati diracuni.


Suatu malam, Shin menemui Raja yang saat itu sudah sekarat. Seorang pelayan memberinya minuman obat (tapi mungkin juga itu racun). Raja menyadari waktunya sudah dekat dan penerusnya hanya tinggal Pangeran Wang Yeo.

Karena itulah Raja berpesan pada Shin untuk menikahkan Yeo dengan Adiknya Shin. Dia ingin Shin melindungi Yeo, memastikan Yeo berjalan di jalur yang benar dan membuat keputusan yang benar.

"Dan diatas segalanya, pastikan dia tidak mati. Awasi dia tanpa dia tahu kalau dia sedang diawasi. Dan maafkan rajamu karena memintamu melakukan ini."

Shin menahan air matanya saat dia menerima perintah itu. Wasiat Raja itu juga disaksikan seorang pejabat yang juga berusaha keras menahan tangisnya.


Tak ayal, Wang Yeo yang saat itu masih sangat kecil, diangkat menjadi Raja. Kasim Park melihatnya dengan seringai licik. Dia tidak bisa menjadi Raja karena itulah dia akan menjadikan anak itu sebagai Raja.

"Akan kutempatkan dunia di bawah kaki rajaku, dan akan kutempatkan rajaku di bawah kakiku. Dengan begitu, akan kutempatkan kerajaan ini di bawah kakiku"


Saat Raja beranjak dewasa, Menteri yang menjadi saksi wasiat Raja terdahulu, memberitahu Raja bahwa pernikahan Raja dengan Adik Shin sudah ditentukan.

Perjodohan ini jelas merusak rencana Kasim Park untuk menguasai tahta. Dia bahkan langsung terang-terangan menghina Adik Shin yang menurutnya rendahan dan tidak pantas bersanding dengan Raja. Menteri langsung membela Shin mati-matian, tapi Raja tampak mulai goyah oleh ucapan Kasim Park.


Kim Sun pun dilatih keras untuk menjadi Ratu. Saat dia belajar berjalan tegak dengan dua mangkok di kedua bahunya, Raja diam-diam datang untuk melihat calon pengantinnya. Ia langsung terpesona oleh kacantikan Sun.

Langkah Sun saat melihat Raja sedang mengintipnya. Dia belum tahu pria itu Raja tapi dia senang. Mereka saling tersenyum hingga Sun kehilangan konsentrasinya dan kedua mangkoknya pecah. Raja tidak sadar saat Shin melihatnya dari belakang.


Hari pernikahan pun tiba. Sun diboyong ke istana dengan tandu. Saat dia membuka jendela tandunya, dia terkejut melihat Shin menyusulnya. Dia senang tapi kemudian protes karena Shin baru muncul sekarang, dia kira kalau dia akan menikah tanpa melihat wajah kakaknya.

"Aku tidak tahu kenapa aku datang untuk melihat wajah jelekmu itu," ejek Shin.

Tapi tentu saja Sun tahu itu adalah cara Shin mengungkapkan rasa sayangnya. Saat Sun penasaran seperti apa wajah Raja, Shin mengomelinya. Seharusnya Sun penasaran dengan karakter Raja dan bukannya cuma wajahnya saja. Tapi dia meyakinkan kalau Raja itu sangat tampan.


Lalu bagaimana dengannya, apa dia terlihat cantik hari ini? Tanya Sun sambil mengedip-ngedipkan matanya penuh harap. Shin menatap adik kesayangannya itu cukup lama sebelum akhirnya menjawab, "Kau kelihatan jelek."

Sun langsung cemberut. "Kalau begitu, kurasa Raja tidak akan menganggapku cantik. Kurasa aku akan kembali ke rumah."

Shin memberitahu kalau Raja sudah melihat Sun. Saat itulah Sun menyadari pria yang mengintipnya waktu itu adalah Raja. Dia jadi penasaran pendapat Raja tentangnya. Shin bercanda mengatakan kalau Raja bilang Sun jelek.

Sun cemberut, tapi kemudian dia meminta Shin untuk sering-sering datang mengunjungi adik jeleknya ini. Shin hanya mengingatkan Sun bahwa dia harus berperang, jadi jika Sun tidak mendengar kabar apapun itu artinya kabar baik. Sun meyakinkan Shin untuk tidak mencemaskannya, dia akan hidup bahagia. Shin tak menjawab dan terus berjalan dengan berusaha menahan emosinya.


Suatu malam di istana, Sun berlari penuh semangat untuk menyambut kedatangan Raja. Langkahnya terhenti saat melihat Raja di tengah jalan. Sun jadi gugup dan hampir saja terjatuh saat berusaha mundur.

Raja sigap menangkapnya dan mereka saling menatap beberapa lama, sampai akhirnya Raja memecahkan keheningan diantara mereka dengan menggodai berat badan Sun. Sun mengaku dia berlari untuk menyambut kedatangan Raja karena dia pikir lebih baik jika mereka bertemu di tengah jalan. Raja tersenyum kecil mendengarnya.


Kasim Park terus berusaha meracuni pikiran Raja dengan mengklaim bahwa Raja akan mati jika dia memegang tangan seseorang dari golongan rendahan. Dia mengklaim bahwa beberapa pejabat dan menteri menggosipkan masalah ini. Karenanya dia memerintahkan Raja untuk memengal menteri.


Mengetahui perbuatan Kasim Park, Sun langsung mengkonfrontasinya dan menuduhnya menutup mata Raja. Tapi Joong Won sama sekali tidak merasa dia salah, malah bertanya balik. Dia yang menutup mata Raja ataukah Raja yang memilih untuk menutup matanya sendiri.

Sun langsung membentaknya, tapi Kasim Park langsung balik membentak Sun. Dia mengklaim bahwa dia adalah orang yang membesarkan Raja dan memberikan tahta pada Raja, sementara Sun hanyalah adik dari seorang jenderal rendahan.

Karena itulah daripada memperingatkannya, lebih baik Sun memperingatkan kakaknya saja. Shin dikirim ke medan perang yang akan menjadi kuburannya, tapi dia malah kembali dengan membawa kemenangan. Dengan penuh amarah dan kebencian, dia menuduh Shin sebagai pengkhianat karena tidak boleh ada 2 raja di dalam satu negara.


Maka pada suatu malam, Raja memberikan pedang itu pada Shin dan menitahkannya untuk pergi sejauh mungkin dan jangan pernah kembali lagi. Yang Raja inginkan hanyalah kabar kematian Shin.

Setelah Shin pergi, Sun berusaha membela Shin dan meminta Raja untuk menjadikan Shin sebagai pelindung Raja. Dan yang paling penting, dia berusaha meminta Raja menyingkirkan Kasim Park.

Tapi Raja yang sudah teracuni Kasim Park, jadi marah mendengar permintaan Sun. Dia bahkan menuduh Shin menyuruh Sun mengatakan semua itu untuk menyelamatkan keluarga rendahan mereka.

"Raja lah yang melindungi rakyat. Bagaimana bisa seorang rakyat melindungi Raja? Apa kau bahkan sadar apa yang kau minta dariku itu?"

Raja merasa terancam oleh kemenangan Shin di medan perang. Apalagi dia pulang dengan disambut sorakan dan puja-puji rakyat. Karena itulah dia menyatakan Shin melakukan pengkhianatan.


Sun hanya bisa tercengang mendengarnya, sementara Kasim Park semakin mengompori Raja dengan meminta Raja untuk memenggal kepala Shin. Raja tampak terkejut dengan permintaan itu. Tapi saat Sun menatapnya, Raja langsung menghindari tatapan Sun.

Saat Shin tiba di gerbang istana, dia langsung dinyatakan sebagai pengkhianat. Dia berjalan melewati Sun yang menyuruhnya untuk terus melangkah. Tapi begitu dia meneruskan langkahnya, sebuah anak panah langsung menancap di dada Sun.

Itu adalah terakhir kalinya dia melihat adiknya. Dia adalah adik seorang prajurit dan seorang Ratu yang mulia. Jalan menuju Raja sangat panjang dan pada akhirnya Shin tidak bisa mencapainya.


Dia menyadari betul kalau dia tidak akan bisa mencapainya, tapi tak ada yang bisa dia lakukan selain meneruskan langkahnya. Itu adalah peperangan terakhirnya. Dia memutuskan kembali walaupun dia harus melawan titah Raja demi janjinya terhadap Raja terdahulu, tanpa menyadari kecemburuan dan ketakutan Raja, orang bodoh yang dilindungi adiknya dengan nyawanya.

Shin menyudahi ceritanya. Tapi Wang Yeo masih penasaran, dia mengeluarkan cincin gioknya dan bertanya apakah Shin pernah melihat cincin itu sebelumnya. Shin tampak asing dengan cincin itu, malah curiga apa Wang Yeo mencuri cincin itu dari Sunny untuk diberikan kepadanya. Dia tidak mau punya hubungan semacam itu dengan Wang Yeo.


Stres, Wang Yeo menyuruhnya untuk fokus, apa Shin benar-benar belum pernah melihat cincin ini. Shin jadi tambah penasaran, "apa kau benar-benar reinkarnasi adikku?" Pfft!

Shin bahkan menyuruh Wang Yeo memakainya "Kita lihat apa yang akan terjadi. Sun-ah, apa kau dicintai?"

Wang Yeo sontak mundur sambil bergidik ngeri. Eun Tak akhirnya keluar dari persembunyiannya untuk menyela mereka untuk pamit keluar. Shin mau ikut, mereka kan sekarang satu paket. Wang Yeo lega, dia memang lagi ingin sendiri.

"Sun juga suka menghabiskan waktu sendirian."

"KELUAR! KELUAR!"


Eun Tak memberitahu kalau dia mau mengunjungi abu teman hantu penunggu perpusnya. Teman hantunya itu memintanya datang mengunjunginya dengan membawa bunga. Mengalihkan topik, Eun Tak berkata bahwa bunga-bunga, segala macam bunga, sangat cocok dengan Shin.

"Ahjussi adalah tipeku. Kapan pun dan setiap saat. Ahjussi punya kepribadian yang sangat baik."


Shin heran sendiri mendengar semua pujian Eun Tak itu. Apa dia melakukan sesuatu yang salah? Eun Tak menyangkal. Kalau begitu apa Eun Tak yang salah? Tidak juga. Ucapannya itu adalah hiburan dan penyemangat. Shin penasaran, bagaimana dia jadi tipenya Eun Tak?

"Kau aneh dan tampan." ujar Eun Tak. Senyum Shin langsung mengembang lebar.


Mereka akhirnya tiba di krematorium. Tapi kemudian dia melihat sebuah foto yang menarik perhatiannya. Foto teman hantunya itu bersama Ibunya. Eun Tak langsung meminta Shin membuka pintu ke perpus.


Eun Tak menemukan hantu bernama Go Jung Hyun itu di depan loker dan bertanya apakah Jung Hyun teman Ibunya. Jung Hyun membenarkannya, karena itulah selama ini dia berada di sisi Eun Tak.

Dia dan Ibu Eun Tak pernah berjanji untuk saling memberi hadiah jika mereka punya bayi. Dia tidak bisa memenuhi janjinya, tapi dia melindungi uang Ibunya Eun Tak. Dia lalu menyuruh Eun Tak untuk membuka sebuah loker terkunci.


Di dalamnya, Eun Tak menemukan beberapa buah buku tabungan yang selama ini dia sembunyikan dari Bibinya Eun Tak. Yang paling atas adalah yang paling baru dan Jung Hyun meminta Eun Tak untuk menggunakannya sebagai biaya kuliah.

Eun Tak menangis saat bertanya, "karena inikah kau tidak bisa meninggalkan dunia ini? Karena aku?"

Jung Hyun mengaku dia senang melihat Eun Tak tumbuh. Tapi sekarang sudah waktunya dia pergi dan menemui Ibunya Eun Tak. Dia akan memberitahu Ibu Eun Tak bahwa putrinya adalah seorang gadis yang manis, pintar dan masuk universitas yang bagus.


Dengan berlinang air mata, Eun Tak berterima kasih atas segalanya. Dia berharap Jung Hyun dan Ibunya akan terus berteman di alam sana.

Eun Tak mengucap selamat tinggal dengan memakai bahasa formal sebagai penghormatan pada Jung Hyun sebagai teman ibunya dan mengucap selamat tinggal kedua kalinya dengan bahasa tidak formal sebagai temannya selama ini. Jung Hyun pun akhirnya menghilang.

Bersambung ke part 2

2 comments

Akhirnya muncul juga.aku sampai bolak-balik ke blog ini untuk lihat sinopsisnya keluar apa belum.

Setelah membaca postingan ini harap berikan komentar dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog ini dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon